Sejarah Singkat Yayasan Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) Raudhatul Jannah
Perjalanan Yayasan Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) Raudhatul Jannah bermula pada tahun 2015. Nama mulia “Raudhatul Jannah” yang bermakna “Taman Surga” ini merupakan sebuah amanah dan pemberian langsung dari seorang Kyai asal Desa Toroh, Kecamatan Katong, Kabupaten Purwodadi. Pemberian nama ini diiringi dengan doa dan harapan besar agar lembaga ini kelak benar-benar menjadi taman surga bagi para penuntut ilmu agama.
Pada awal mula kiprahnya, kegiatan belajar mengajar dan pembinaan santri dijalankan di Masjid Nurul Iman, Desa Uete. Di tempat yang penuh berkah inilah, langkah pertama untuk mencetak generasi pecinta Al-Qur’an mulai diayunkan dengan penuh keikhlasan.
Seiring berjalannya waktu dan antusiasme masyarakat yang terus meningkat, pada tahun 2016, pusat kegiatan Raudhatul Jannah berpindah menempati sebuah rumah sederhana (gubuk). Meskipun dengan kondisi bangunan dan fasilitas yang sangat terbatas pada masa itu, semangat para pengajar dan santri untuk terus menggemakan ayat-ayat suci Al-Qur’an tidak pernah surut. Kesederhanaan tersebut justru menjadi saksi bisu keteguhan hati dalam memperjuangkan agama Allah.
Alhamdulillah, berkat ketekunan, dukungan masyarakat, dan rida Allah SWT, lembaga ini terus mengalami perkembangan yang pesat. Sebagai bentuk komitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang profesional dan terpercaya, pada tahun 2017 Raudhatul Jannah resmi didaftarkan dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.
Pengesahan tersebut menjadi payung hukum yang kokoh sekaligus tonggak sejarah baru bagi Yayasan TPA Raudhatul Jannah. Hingga saat ini, yayasan terus melangkah maju, berdakwah, dan mengabdi untuk mencetak para pewaris perjuangan ulama dan penjaga kalam Ilahi.